Sabtu, 26 November 2011

Menuju BABEL #1


                Minggu ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi Bangka Belitung resmi membuka pendaftaran untuk mencalonkan diri sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur provinsi Bangka Belitung. Beberapa pasangan calon pun sudah mulai menunjukkan dirinya masing-masing terutama untuk pasangan yang diusung partai-partai besar. Dengan dibukanya pendaftaraan ini berarti perebutan kursi Bangka Belitung #1 sekaligus pendidikan politik untuk rakyat dibuka.
                Sejauh ini terdapat tiga pasang calon yang berpeluang maju menjadi bakal calon karena memiliki dukungan dari beberapa partai besar. Pasangan pertama yang mendaftar diusung oleh Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk menjadi gubernur dan wakil gubernur adalah Yusron Ihza Mahendra dan Yusroni Yazid. Yusron Ihza Mahendra yang merupakan adik dari mantan Menteri Sekretaris negara Yusril Ihza Mahendra didampingi Yusroni Yazid yang kini menduduki posisi Bupati Bangka.
                Gubernur Bangka Belitung saat ini, Eko Maulana Ali juga diperkirakan akan maju dengan didampingi Rustam Effendi. Pasangan ini didukung oleh Partai Golkar, PDI Perjuangan dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
                 Pasangan lainnya yang diperkirakan akan mendaftar adalah Zulkarnain Karim dan didampingi oleh Darmansyah Husein. Zulkarnain Karim adalah Ketua DPD Partai Demokrat periode lalu sedangkan Darmansyah Husein merupakan Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN). Pasangan yang menarik karena deklarasi pasangan calon ini hampir bersamaan dengan pernikahan Ibas-Aliya yang merupakan putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat dengan putri Menko Perekonomian Hatta Radjasa sekaligus Ketua umum PAN.
                Selain pasangan yang diusung oleh partai-partai besar, terdapat pula pasangan calon independen. Namun, belum jelas bagaimana hasil verifikasi KPU Pemilukada Babel.
                Bangka Belitung yang memiliki potensi alam baik pertambangan, perkebunan maupun kelautan ini apabila dikelola dengan baik barang tentu bisa menjadi salah satu provinsi terdepan di Indonesia. Bangka memiliki salah satu cadangan timah terbesar dunia, memiliki pula ratusan hektar perkebunan lada maupun sawit serta memiliki kekayaan bahari yang luar biasa. Wisata bahari Bangka Belitung pun oleh beberapa pihak disejajarkan dengan Bali apabila bisa dikelola dengan baik. Oleh karena itu, Pemilukada Babel ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk mengelola sumber daya alam yang luar biasa ini oleh sumber daya manusia yang potensial pula dan dapat berpengaruh positif serta konstruktif untuk kesejahteraan rakyat Bangka Belitung pada khususnya dan rakyat Indonesia pada umumnya.
                Selain itu, pemilukada Bangka Belitung kali ini juga diharapkan bisa menjadi pelajaran politik bagi seluruh rakyat Bangka Belitung. Pelajaran politik tentunya harus dimulai dengan pemilukada yang bersih, bebas dari money politic (politik uang), kampanye gelap (black champaign) maupun hal-hal kotor lainnya yang bersifat merusak. Apalagi bila dilakukan oleh para calon pemimpin negeri laskar pelangi ini. Pemilukada ini diharapkan jangan hanya menjadi pesta para elit tapi bisa menjadi pesta rakyat Bangka Belitung karena Bangka Belitung bukan hanya milik elit politik namun milik seluruh rakyat Bangka Belitung itu sendiri.

25 November 2011
-mdskribo-

Rabu, 16 November 2011

Sea Games, Momen Tepat Mengembalikan Kejayaan Merah Putih


Sea Games, Momen Tepat Mengembalikan Kejayaan Merah Putih

Dibawah hujan deras, jumat malam 11 November 2011 Presiden resmi membuka pesta olahraga Asia tenggara SEA Games. Upacara pembukaan yang dihelat di Jakabaring Sport City (JSC) itu dipenuhi dengan pesta kembang api dan ribuan penari maupun pemusik. Melihat megahnya upacara pembukaan ini, tentu membuat semangat dan gairah agar Indonesia kembali merebut juara umum Sea Games kembali meningkat. Masyarakat seakan kembali merindukan sebuah prestasi dari bidang olahraga yang sudah lama memudar dan semoga para atlet yang berjuang bisa memenuhi kerinduan tersebut.
Pesta upacara yang megah ini pun menjadi suatu penawar atas ketidakmampuan pemerintah dalam mempersiapkan Sea Games, baik untuk infra struktur maupun untuk persiapan kualitas atlet. Bayangkan saja, olahraga yang diharapkan menjadi pendulang emas seperti dayung, venue pertandingan baru selesai beberapa jam sebelum pertandingan. Bahkan, pertandingan harus diundur dari jadwal. Besar harapannya agar atlet Indonesia tidak terpengaruh akan berbagai masalah yang menghalang dan dapat berjuang dengan gigih agar sangsaka merah putih dapat berkibar dan “Indonesia Raya” dapat berkumandang.
 Melihat banyaknya masalah yang terjadi di negara ini, Sea Games kali ini diharapkan bisa menjadi suatu titik untuk meningkatkan nasionalisme rakyat Indonesia dan menunjukkan kepada dunia tentang persatuan Indonesia. Bukan hal yang berlebihan apabila mengharapkan bangkitnya nasionalisme dari bidang olahraga, seperti yang ditunjukkan rakyat Indonesia ketika mendukung tim nasional Indonesia yang berjuang di Piala AFF 2011. Seluruh supporter membanggakan merah putih dan menggetarkan stadion megah SUGBK dengan lagu “Indonesia Raya” dan suara teriakan dukungan.
Juara umum SEA Games yang merupakan target kali Indonesia kali ini jelas bukan sesuatu yang mustahil atau mengada-ada. Sudah menjadi mind-set semua rakyat Indonesia bahwa Indonesia masih terbaik untuk asia tenggara. Indonesia berulang kali sukses menjadi juara umum untuk pesta olahraga asia tenggara ini. Namun, belakangan semenjak krisis moneter 1998, prestasi dibidang olahrga seolah juga mengalami krisis. Kini, ketika pesta olahraga itu digelar di sini, Indonesia menjadi sebuah harapan agar Indonesia kembali menjadi yang terbaik di asia tenggara.
Untuk dapat memenuhi target tersebut, Indonesia membutuhkan peran semua pihak dengan baik. Atlet mempersiapkan dengan baik, pemerintah memberikan support sepenuhnya dalam bentuk apapun, dan masyarakat juga memberikan dukungan serta doa agar para atlet yang telah mempersiapkan dirinya dapat mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Dan dengan ridho Allah, Indonesia pasti bisa mengibarkan sangsaka “Merah Putih” serta mengumandangkan “Indonesia Raya” sebanyak mungkin.Indonesia bisa, ayo Indonesia bisa.
Walau persiapan untuk venue tidak baik dan entah persiapan apalagi yang kurang baik, semoga atlet Indonesia tetap menampilkan kemampuan terbaiknya hingga Indonesia bisa kembali berjaya di level Asia Tenggara dan kembali menjadi raja di Asia Tenggara. Ayo Indonesia Bisa, ini saatnya.

16-11-11
-mdskribo-